Presiden Prabowo Subianto Dorong Inovasi Baru Tangani Karhutla

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini masyarakat sedang dihebohkan dengan kabar kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Sejumlah daerah yang terjadi karhutla yaitu daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sumatera.

Kalimantan Barat merupakan wilayah dengan daerah terdampak karhutla terparah, yakni mencapai lebih dari 28.000-38.000 hektare, Riau mencapai 16.000 hektare lahan, Kalimantan Tengah lebih dari 7.600 hektare dengan status tanggal darurat, Kalimantan Selatan mencapai 8.000 hektare,  dan Sumatera Selatan sebesar 1.926 hektare.

Terdapat berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya karhutla di sejumlah daerah, dampak negatif yang dimaksud ialah seperti menurunnya kualitas udara, memicu penyakit pernapasan, iritasi, musnahnya flora dan fauna, meningkatkan risiko bencana alam (banjir, tanah longsor, kekeringan, hilangnya cadangan air), gangguan transportasi, aktivitas terhenti, dan kerugian negara.

Bahkan, dampak asap dari karhutla juga telah menyebar ke beberapa negara tetangga, yakni Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Karena dampaknya sudah menyebar luas, maka saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan karhutla secara masif.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto telah mendorong dan menerapkan inovasi baru guna penanganan pemadaman karhutla sejumlah daerah Indonesia.

Inovasi yang dimaksud ialah dengan memanfaatkan ubi bombing atau tepuk bubuk dari bahan baku sebagai langkah pemadaman alternatif..

Presiden Prabowo Subianto juga meminta pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji ulang terkait penggunaan ubi bombing sebagai inovasi baru yang lebih efektif, efisien, dan cepat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, inovasi baru pemadaman api menggunakan ubi bombing pertama kali ditemukan oleh anggota TNI di Lubuk Linggau.

Bahan ubi bombing dinilai mampu menjadi penghalang api untuk menyebar ke sejumlah kawasan, karena pada dasarnya, bahan ubi bombing mempunyai unsur pemisah pembakaran dan kedap api.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan, produksi ubi bombing masih dalam tahap kecil karena masih dikaji ulang, tetapi ubi bombing sangat bermanfaat dan dibutuhkan untuk memadamkan api dalam skala yang lebih besar.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita bukan waterbomb, ubi bombing.

Bukan hanya mendukung pengembangan uji kelayakan ubi bombing saja, melainkan Presiden Prabowo Subianto juga meminta Panglima TNI untuk melakukan uji coba kemampuan Tim Alpha dalam melakukan penanganan bencana karhutla di Sumatera Selatan.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa saat ini seluruh teknologi, sumber daya manusia, dan sumber daya alam harus dikerahkan secara maksimal untuk menangani bencana yang sedang terjadi di sejumlah daerah, agar masyarakat dapat kembali beraktivitass secra normal lagi serta lingkungan kembali menjadi bersih dan asri.

 

Selesai Dalam Dua Pekan

Karhutla Meluas, Pemkab Natuna Tetapkan Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Presiden Prabowo Subianto yakin bahwa penanganan bencana karhutla di sejumlah daerah akan segera selesai dalam kurun waktu dua minggu atau dua pekan saja.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya telah berkeliling ke sejumlah daerah terdampak bencana karhutla, dan saat ini kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penanganan sudah dilakukan dengan baik, sejumlah daerah juga telah mulai padam dan kondusif..

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengucapkan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh unsur pemerintahan, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), Kementerian/Lembaga, TNI-Polri, BNPB, BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan karena telah berkolaborasi dengan baik dan bekerja secara total dalam menangani bencana karhutla.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, kita saat ini telah bekerja secara cepat dan menggabungkan semua elemen dengan skala besar, kita adalah negara yang kuat dan hebat, saat ini telah terdapat puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personil, dan pengembangan ubi bombing dalam mempercepat penanganan bencana karhutla.

Related posts